Na' Nyare' Ape Yak?

VIHARA TRI DHARMA BUMI RAYA


Vihara Tri Dharma Bumi Raya diperkirakan telah ada sejak tahun 1850-an, ketika Singkawang terus berkembang menjadi pintu masuk bagi para penambang yang datang dari China. Sebagian percaya bahwa vihara ini berdiri pada tahun 1878. Awalnya, vihara Tri Dharma hanya berupa tonggak kayu untuk meletakkan dupa. Di sekitarnya, tempat penambatan kuda. Lewat dari tahun 1900, barulah bangunan vihara dibangun. Terjadi beberapa kali renovasi bangunan. Ketika terjadi kebakaran besar di tahun 1930-an, hampir semua bangunan vihara habis dilalap api. Setelah itu, bangunan dengan semen dan lebih kokoh berdiri.

Penduduk setempat menyebut Vihara Tri Dharma Bumi Raya dengan sebutanTua Peh Kong. Masyarakat Tionghoa Singkawang percaya bahwa Tua Peh Kong merupakan Dewa Bumi Raya yang dianggap sebagai dewa penjaga kota. Patung Tua Peh Kong dibawa langsung dari daratan Tiongkok.Selain patung Tua Peh Kong, terdapat patung istri Tua Peh Kong. Di sisi kanan dan kiri kedua patung tersebut, terdapat patung Dewa Kok Sing Bong dan On Chi Siu Bong. Di bagian tengah, terdapat patung Budha Gautama.

Di malam hari, terdapat beberapa warung kopi gerobak di sekitar vihara. Sambil menyeruput segelas dua gelas kopi, para pengunjung dapat menikmati malam Kota Singkawang beserta kerlap-kerlip lampu yang mengelilingi vihara. Dinding pagar vihara berukir pesan-pesan nan bijak yang dipetik dari ajaran Budha. Di hari-hari tertentu seperti saat acara Cap Go Meh, para pengunjung dapat masuk ke dalam vihara. Tentu dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pengurus vihara.Kesan tua sekaligus magis dapat dirasa ketika menjejak kaki di vihara tersebut. 

Meski Vihara Tri Dharma tergolong kecil dibanding vihara-vihara lain yang ada di Kota Singkawang, masyarakat Tionghoa Singkawang selalu menjadikannya sebagai pusat beraneka kegiatan keagamaan. Misalnya, saat Cap Go Meh, perayaan tahun baru China yang biasanya dilaksanakan di hari kelima belas bulan pertama dalam tahun China. Para tatung atau loya, dukun Tionghoa, mesti meminta restu dewa Bumi Raya di vihara ini terlebih dahulu. Tujuannya, agar tidak terkena musibah apapun dan kegiatan dapat berjalan lancar.

Sejak tahun 2010, Vihara Tri Dharma disahkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Singkawang. Hal ini dapat dilihat dari papan tanda yang dipasang Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga di depan Vihara.

Satu hal penting lainnya yang patut dicermati dari Vihara Tri Dharma adalah lokasinya. Selain tepat di jantung kota singkawang, dekat dengan pasar, Vihara Tri Dharma juga hanya berjarak beberapa langkah dari Masjid Raya Singkawang yang juga memiliki sejarah panjang. Dapat dianggap, kedekatan dua bangunan ibadah ini menjadi simbol kerukunan umat beragama masyarakat Kota Singkawang. (Abroorza AY)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar